Struktur Biaya Inventory (Inventory Cost Structure)

Seperti disampaikan sebelumnya, bahwa inventori akan berdampak langsung pada keuangan perusahaan. Ada biaya-biaya yang harus dikeluarkan ketika perusahaan mengadakan dan memiliki inventori. Antara lain :

  • Item Cost – biaya yang besarnya senilai dengan nilai inventori tersebut. Biaya ini biasanya diambil dari harga barang.
  • Ordering (or setup) Cost biaya yang dikeluarkan untuk membeli/ mengadakan inventori tersebut. Seperti ongkos order, biaya angkut/ transport, bea masuk, dll
  • Carrying Cost – biaya yang dikeluarkan pada saat perusahaan menyimpan inventori. Terdiri atas :
    • Cost of Capital – biaya yang dihitung dari bunga yang diperoleh jika nilai inventori tersebut diuangkan
    • Cost of Storage – biaya untuk fasilitas penyimpanan. Seperti sewa gudang, listrik, forklift, operator, dll
    • Cost fo Obsolescence and Loss – biaya yang harus ditanggung jika inventori obsolete atau hilang/ rusak
  • Stockout of Cost  – biaya yang harus ditanggung perusahaan ketika inventori tidak tersedia (stockout/shortage) .

No comments yet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: